Bagaimana Saya Mengembangkan Remote Worker Indonesia — Part 1: Totalitas 100%!

Sedikit Sejarah Remote Worker Indonesia

Berbalik 180 derajat dengan asumsi pertamamu, saya bukanlah orang yang punya keinginan membangun Startup/Perusahaan. Tak pernah juga mengikuti program Akselerasi Bisnis atau Startup Incubator yang manapun.

Meski pernah menjadi Project Coordinator untuk Hackathon Merdeka 2.0 di JDV Jogja dan disitu saya melihat ada zona untuk incubator startup, saya merasa proses membangun startup terlalu merepotkan: pitching ke investor, valuasi, financial report dan lain sebagainya menurut saya too much.

Saya hanya seorang pekerja remote yang amat-sangat-passionated untuk membantumu menembus pekerjaan remote: kerja dari rumah, bergaji dollar. Jauh di atas UMR, bebas dari trafik dan bisa benar-benar membuatmu menikmati usiamu. Cuman itu sebenarnya niat saya. Ga lebih, ga kurang.

Namun, situasi membuat saya terpaksa membangun Startup pertama saya: Remote Worker Indonesia. Kalau boleh kilas balik di akhir 2019, semua ini bergulir karena setelah sampai di Jogja, saya terus dijapri olah Mas Wasis Gunarto (Co-Founder Blocktogo.id dan seorang Certified Blockchain Technical) untuk menseriusi pitching sederhana saya tentang franchising Remote Worker Indonesia weekend sebelumnya, di tempat Bootcamp Jakarta, kantor Sketsa Studio milik Mas Iqbal yang juga diikuti oleh Mas Nafis — peserta Bootcamp Jakarta. Saat itu saya sekedar menunjukkan modal yang saya tetapkan untuk disetor sebelum proses franchise Bootcamp dilakukan dan mekanisme bagi hasilnya. That’s it!

Bootcamp XIII Jakarta itu juga menjadi bootcamp yang mengantarkan Mas Yovan langsung menembus Job Upwork pada hari ke-3, untuk kemudian 2 tahun kemudian mengulang Bootcamp 7 Hari di Jogja dimana pada Hari ke-8 menembus job NFT Smart Contract yang seterusnya mengantarkan Mahasiswa Semester III Universitas Brawijaya tersebut mengumpulkan pundi-pundi Dollar di pekerjaan remote bidang Blockchain dan NFT. Gila yaks!

Mas Wasis bagi saya adalah pemicu RWID/Remote Worker Indonesia terwujud sampai sekarang. Tanpa Mas Wasis, RWID boleh jadi tidak akan pernah terpush untuk lahir ke dunia. Andai saja tidak ada WA japri tersebut, pasti saya ga akan melanjutkan proses pengembangan RWID ke bentuk franchise Bootcamp Onsite di tiap-tiap kota di Indonesia.

Akhirnya orat-oret pitching di Jakarta tersebut saya formalkan ke dalam bentuk dokumen perjanjian kerjasama sederhana yang dilengkapi dengan sheet proyeksi pendapatan perbulan dari proses Bootcamp, dan langsung saya email ke Mas Wasis. Kurang lebih 30 menit kemudian, “Mas Eko, sudah saya transfer ya”.

“He?” Check saldo, “Lah kok langsung tho?”. Ndredeg banget. Sebuah trust yang bagi saya tak hingga nilainya. Ya sudah, saya seriusi. Bismillah.

Itu adalah Hari Jum’at.

Growth Investor yang Tak Saya Sangka dan Keputusan Totalitas

Kebetulan saya itu aktivis Facebook garis keras: bisa aja sehari nyetatus 5x. Campuran antara motivasi Remote Work dan post-post retjeh. Dan tentunya peristiwa tersebut saya statuskan gitu deh di FB .. iseng aja. Hee, malah banyak menarik minat teman-teman FB. Yawdah saya juga share ke mereka deh dan .. duh, susah sekali rasanya menolak transferan franchising. Sampai akhirnya keran investasi saya stop karena saya udah merasa ga sanggup memanage uang sejumlah itu (rahasia deh jumlahnya).

Dan saya berpikir keras,

“Kepercayaan setinggi ini adalah tanggung jawab yang besar, saya harus totalitas disini. Pekerjaan remote work saya yang bergaji 40jt/bulan harus saya stop: dedikasi saya harus saya arahkan 100% untuk pengembangan Remote Worker Indonesia”.

Salah satu partner — Mas Iqbal — sampai nelpon dan nanya, “Bener lu Pak, resign? 40jt/bulan lho itu”.

Bagi saya, itu wajib. Lihat gambar ini. Apa yang kamu bayangkan akan terjadi ke orang itu jika ia melepaskan pegangannya? Bayangkan sejenak.

Jatuhkan?

Pasti dia akan jatuh seketika dan mati terhempas di bawah. Tentu dia ga akan mau itu terjadi! Dia pasti akan mengeluarkan seluruh kekuatannya dan mungkin sekali dia akan bisa mengeluarkan kekuatan tersembunyi yang dia ga sadar dimiliki: semata-mata demi survival dirinya.

Dan itu yang saya rasakan saya alami sepanjang 2 tahun ini. Ketika safety zone gaji remote work saya putuskan, maka saya hanya berpikir satu saja: mengembangkan RWID sampai memiliki gross sale yang melebihi perbulan gaji saya.

Survival!

--

--

Founder of RemoteWorker.id, RemoteKid.id and inventor of Gold-Based Syirkah Methodology at gbsmethod.id

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store