Bagaimana Saya Mengembangkan Remote Worker Indonesia — Part 19: Rumus Valuasi Syirkah di Gold Backed Syirkah

Menentukan Business Valuation by Green Chameleon on Unsplash

Mengapa Valuasi dengan Initial Gold Valuation Harus Direvisi?

Sebenarnya bukan direvisi. Hanya saja konsepnya baru dipahami: yaitu modal yang terkumpul, harus berhasil dikumpulkan terlebih dahulu ke bentuk emas, sebelum dimulai profit share. Dan itu bukan valuasi perusahaan. That’s it!

Itu saja ternyata hakikat dari Initial Gold Valuation / Nilai Emas yang Terkumpul di-Awal: yaitu wajibb menciptakan emas terlebih dahulu sebelum profit share.

Nilai emas yang terkumpul itu tetaplah bukan nilai syirkah/Syirkah Valuation-nya. Why? Karena, bagaimana jika hanya terkumpul sedikit modal dari kebutuhan yang diperlukan? Nah, kemudian bagaimana menilai nilai valuasi awal suatu syirkah?

Jumlah modal yang dibutuhkan untuk memulai Syirkah dan operasionalnya dalam 1 tahun kedepan adalah valuasi awalnya.

Dengan cara ini, nilai valuasi awal bisa mengamankan jalannya syirkah untuk 1 tahun atau at least beberapa bulan ke depan.

Pentingnya Founder Mendapat Gaji dari Modal Syirkah

Modal tidak boleh hanya meng-cover kebutuhan mendirikan syirkah, namun juga meng-cover kebutuhan operasionalnya dalam 1 tahun. Dimana operasional ini mencakup gaji semua pekerja di dalam syirkah, termasuk founder.

Di titik ini sepertinya saya belum menemukan kesesuaian dengan definisi syirkah yang ada via rilis MUI/MA, karena diantaranya adanya larangan bagi founder (yang tidak mengumpulkan modal uang — karena memang modalnya adalah ide dan mungkin prototype/MVP startup) untuk selain mendapat gaji juga mendapat bagi hasil.

Skill/Ide tidak dinilai sebagai modal, sehingga pengeksekusi ide dengan skill yang brilian ini, tidak diganjar gaji operasional.

“Selain mendapat gaji sebagai proses operasional Syirkah, founder juga mendapat keuntungan 50:50 dari nett profit bulanan kegiatan ekonomi Syirkah”

Kenapa Profit Share ke Founder harus 50% dari Nett Profit Share?

Angka ini keniscayaan, tidak bisa diubah.

Pengaruh Besaran Gaji Saya Sebelumnya Ke Valuasi Awal RWID

Sebelum saya memulai RWID, gaji saya sebagai remote worker adalah Rp 40jt/bulan. Maka, ketika saya mendapatkan modal untuk membangun RWID, selayaknya gaji saya adalah juga setidak-tidaknya dikisaran Rp 40jt/bulan. Setuju?

Cost — berwarna merah terang — yang dicatat secara detail per-pos. Cek di https://report.remoteworker.id

Periode setahunan ini adalah periode terberat yang saya rasakan, dan andai kata saya ga terbayang semua member yang sangat ingin menembus remote work dari berbagai strata pendidikan dan pulau-pulau di Indonesia, maka ingin sekali rasanya saya fokus saja ke kerja sendiri: menutup RWID.

Tapi, itu ga mungkin juga dengan adanya beban tanggung jawab dana pemodal RWID yang sudah dimulai dari pra-covid, 2019. Karena itu saya terus habis-habisan memperbaiki RWID di segala sisi.

Keuntungannya adalah profit share ke pemodal jadi lebih besar. Namun, suatu saat, jika sistem sudah tersedia maka sebaiknya operational cost ini saya catat secara realtime dan detail. Cuman kerugiannya (dari sudut pandang pemodal), share-nya jadi lebih kecil. Dan juga, boleh jadi ada gerundelan jika ada post cost yang dinilai tidak cocok. Nah lho, lebih enak dibuat fix aja kan? Ini masih akan ditentukan nanti deh.

2x di awal menembus 100jt/bulan, yang cost operational sudah fix ke angka Rp 60jt/bulan, sehingga terjadi defisit perbulan. Alhamdulillah, dengan profit yang 50% milik founder, 2 bulan tersebut defisitnya bisa ditutup.

Berapa Valuasi Awal Remote Worker Indonesia Sebagai “Emiten” Pertama Gold Backed Syirkah?

Karena sebelum RWID dibuat model pemodalannya dia sudah berdiri dan berprofit, maka nilai pendirian awalnya tidak diperlukan lagi. Yang diperlukan adalah nilai operasional dalam 1 tahun.

Dan karena nilai operasional sudah ditetapkan sebagai Rp 60jt/bulan, maka nilai valuasi awal RWID adalah: Rp. 60jt x 12bulan = Rp 720jt.

Namun kemudian, dengan perkembangan bootcamp onsite yang semakin terlihat demand-nya, maka ada dalam perencanaan dalam waktu dekat untuk mengembangkan tempat bootcamp yang lebih kondusif di tanah yang sudah ada. Sehingga dibutuhkan biaya untuk konstruksi bangunannya. Nilai pembangunannya ada di kisaran Rp 300jt.

Maka dengan demikian nilai akhir Valuasi RWID adalah Rp 720jt + Rp 300jt, yaitu kurang lebih Rp 1 Milyard. Angka inilah yang menjadi acuan untuk ditawarkan pendanaannya dengan metode profit share Gold Backed Syirkah.

Begitulah, dengan demikian valuasi awal RWID adalah Rp 1 Milyard. Seperti bisa dilihat, penentuan valuasi awal ini didasarkan pada kebutuhan pendirian dan perkiraan kebutuhan operasional selama 1 tahun.

What’s Next?

Seru ya? Saya menikmati sekali artikel terakhir ini karena konsep-konsep yang sebelumnya masih benar-benar mentah dan sudut-sudutnya masih kasar, saat ini sudah lebih lembut dan ringan saja.

Anyway, salah satu bentuk keseriusan saya dalam hal ini, adalah saya memutuskan melanjutkan studi dari S1 Ilmu Komputer UGM ke S2 Magister Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Saya ingin memahami lebih lanjut tentang ilmu ekonomi, dengan menjadikan Gold Backed Syirkah ini sebagai titik masuk penelitian saya. Seru ya!

--

--

Founder of RemoteWorker.id, RemoteKid.id and inventor of Gold-Based Syirkah Methodology at gbsmethod.id

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store