Bagaimana Saya Mengembangkan Remote Worker Indonesia — Part 9: Rehat Sejenak Tentang Kerumitan Ilmu Dunia, Relaksasi Keringanan Ilmu Akhirat

Dari benih ikhlas, kamu ga akan tahu menjadi sebesar apa pohon dan ranting-ranting yang tumbuh darinya.

Konsep Ilahi tentang Ilmu

Catatan, sebenarnya saya kayaknya bisa aja sih — dengan izin Allah — untuk terus-menerus menuangkan konsep, filosofi dan macem-macem teori sejauh yang bisa saya pahami dari khazanah ilmu Allah. Karena, mau gimanapun, filosofi dasar tentang ilmu pengetahuan ada di Al-Kahf:109

Surat Al-Kahf/Cave/Beberapa pemuda yang lari ke goa karena raja yang zalim — dan terbangun ratusan tahun kemudian dengan membawa Ar-Raqim (lempengan emas) yang tetap meretain nilai intrinsiknya saat dipakai berbelanja kepasar yang membuat para pedagang kaget melihat mahalnya nilai emas tersebut — adalah nama anak laki-laki kedua saya. Surat Al-Fath/Victory/Kemenangan adalah nama kakak perempuannya. Saya pilihkan dua nama surat yang indah dan kuat bagi mereka berdua. Yang pertama menjadi yang pembuka, dan yang kedua menjadi yang penguat. Insight tentang Ar-Raqim ini adalah salah satu hasil diskusi saya dengan Alm. Al-Ustadz Fachrurrozi di Part 4
Kamu Programmer? Belajar Algoritma di Cambridge University? Atau Oxford? Atau yang lokalan aja di UGM? Kamu kira istilah Algoritma dari mana? Dari Hollywood? Sillicon Valley? Dari Al-Khawarizm/Al-Ghorizm/Al-Goritma Baghdad 700 tahun yang lalu

At this point in time, I f-really hate this S-word. Make everyone so easy changing their LinkedIn title to CEO and pursue a rotten dream of valuash*t driven by hunger driven pack of wolves who proudly call themself Venture Capital. In reality? They are just a bunch of stinking greedy leech!!!

Punya masalah dengan statement saya di atas? Sini datangi rumah saya di Mbantul. Google Map: Remote Worker Indonesia. Kejauhan? WHATSAPP 081 2222 1975! Mau nuntut ke legal standing? SOMASI!

“Kok bisa sama gitu Mas Eko?” “Ya Ndak Tahu, Kok Tanya Saya”… Hehe

Sedikit Refleksi Tentang Ujian Keilmuan

Jatuhnya Azazil menjadi Iblis yang terkutuk salah satunya adalah karena sifat ujubnya pada dirinya sendiri: yang menganggap bahwa hebatnya amal usahanya adalah karena dirinya sendiri, bukan semata-mata dari Allah. Dahulu kala Azazil ini mempunyai cahaya, kemuliaan dan ibadah yang menakjubkan malaikat, sampai banyak malaikat yang menjadi pasukannya, saat menumpas kekacauan Bumi oleh Bangsa Jin sebelum manusia keturunan Adam (kisah ini dari naskah Ibrani, yang oleh Rasulullah tidak dikatakan, “Ya”, dan juga tidak dikatakan, “Tidak”. Didiamkan. Artinya, take it with a grain of salt)

Selain itu, iblis itu iri kepada Adam.

Kesombongan itu adalah kain selendang-Ku dan kebesaran itu kain sarung-Ku. Barangsiapa melawan Aku pada salah satu dari keduanya, niscaya Aku melemparkannya ke dalam neraka Jahannam.

Jadi, jangan merasa aman dari sifat iri dan ujub, dengan hanya sekedar merasa beriman dan sudah ikut banyak pengajian serta memiliki hafalan 1–2 hadits. Atau merasa bangga karena tahu tentang kisah Nu’aiman dan menilai orang yang kamu nilai bodoh ini sebagai Nu’aiman.

“Lha kamu menilai dirimu lebih mulia dari Nu’aiman jangan-jangan?”

Terkutuk sekali dirimu…

Tardigrade di lumut.

--

--

Founder of RemoteWorker.id, RemoteKid.id and inventor of Gold-Based Syirkah Methodology at gbsmethod.id

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Eko Suprapto Wibowo

Eko Suprapto Wibowo

Founder of RemoteWorker.id, RemoteKid.id and inventor of Gold-Based Syirkah Methodology at gbsmethod.id